Registrasi SIM Card Menggunakan No KK Dinilai Rawan dan Berdampak Negatif | KafeinKode

Kursus bahasa arab berkualitas

Registrasi SIM Card Menggunakan No KK Dinilai Rawan dan Berdampak Negatif

Anonim No Comments



Kalau kita perhatikan bersama, seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa akhir-akhir ini sedang booming perintah registrasi SIM card di Indonesia oleh KOMINFO dengan menggunakan NIK dan No.KK. Namun usut demi usut, registrasi SIM card menggunakan No KK dinilai rawan dan berdampak negatif terhadap penggunanya.

Bagaimana penjelasannya? Jujur saja, registrasi SIM card memang diperlukan dan dianggap sebagai langkah yang tepat agar identitas setiap orang bisa terdaftar dengan jelas sehingga berbagai macam tindak kejahatan dapat teridentifikasi dengan mudah.

Registrasi-SIM-Card-Menggunakan-No-KK-Dinilai-Rawan-dan-Berdampak-Negatif

Namun bukan itu yang kita permasalahkan, yang kita masalahkan di sini adalah mengenai konsep registrasi SIM card dengan menggunakan no KK.

Sepintas jika kita pikirkan memang cukup aneh dan penuh dengan kejanggalan. Apa saja kejanggalan-kejanggalannya?

BERIKUT KEJANGGALAN-KEJANGGALAN DARI LOGIKA JONGKOK KOMINFO YANG BERUSAHA MENIPU RAKYATNYA, DENGAN DIBERLAKUKANNYA REGISTRASI SIM CARD DENGAN NO.KK!

1. Kenapa proses registrasi SIM card yang harus menyertakan KK bertepatan dengan dekatnya pilpres 2019?
Coba sekali2 analisa, sedikit menoleh ke arah ini. Bertepatan dengan dekatnya pilpres 2019, proses registrasi SIM card dengan menggunakan no KK digalakkan, ini maksudnya apa? Buat bikin suara palsu? Kita husnuzon harus, tapi sebagai analisis terlebih detektif, wajarlah jika berpikiran seperti ini, karena ini sangatlah logis dan masuk akal

2. Apakah negara-negara lainnya menyertakan KK untuk registrasi SIM card?
Kalau kita sebagai pengamat cyber, maka kita akan dapati di luar negeri khususnya dalam masalah ini, gak bakal kita dapati registrasi SIM card pake kartu KK. Bisa kita liat di Singapore, Malaysia, yang dijadikan verifikator tambahan paling logis ya kornea mata sama sidik jari. Lha ini maksudnya apa menyertakan no KK untuk registrasi?
Lupa apa kalo masih ada verifikator tambahan yg lebih layak selain NIK seperti retina mata dan sidik jari yang sudah teruji?
Lupa atau memang pura-pura bodoh?

3. Kenapa ada Iming-iming kuota bagi setiap orang yang belum melakukan registrasi SIM cardnya?
Orang bodoh juga pasti tau dan bisa mikir pake logika, ketika sistem yang dibuat justru malah menyulitkan orang lain dan gak efisien, ya sudah seharusnya dirubah sistem itu biar lebih efisien dan efektif, tujuannya dibangun sistem yang terkomputerisasi itu jelas biar proses berlangsung secara efisien dan efektif,, alih-alih bukannya malah memperbaiki sistem ini malah rakyat diiming-imingi kuota gratis,, penghinaan ini namanya, dikiranya anak kecil ape tong?

4. No KK merupakan data yang sifatnya sensitif, tapi kenapa justru digunakan utk registrasi SIM card?
Kalau kita sebagai pengamat cyber dan suka mempelajari mengenai dunia perbankan,, pasti kita akan dapati bahwa No.KK itu kaitannya dengan identitas bro..
Dan kartu kredit itu rawan kalau sampai identitas detail pemiliknya diketahui.
Untuk transaksi menggunakan CC, data pada KK itu diperlukan, lha gmn jadinya seandainya data KK Anda diketahui provider, pemerintah dan orang-orang yang gak bertanggung jawab?
Makanya gak heran kalo pengguna CC pada ribut dan mengutuk kebijakan jongkok ini.
Selain CC, data pada KK juga digunakan untuk validasi di dunia perbankan sebagai pertanyaan terakhir.
Ujung2nya dengan adanya kebijakan tersebut, peluang terjadinya jual beli kartu keluarga bisa terbuka besar dan lebar.
Kalau memamg kebijakannya seperti ini bukankah kominfo sedang mencari celah lebar biar para pencuri bisa bebas lebih masuk ke dalam dunia perbankan? Orang kalo udah jongkok pemikirannya ya susah.

5. Tidakkah kita berfikir bahwa data KK tersebut bisa dijadikan kebutuhan iklan?
Yang namanya orang itu gak ada puasnya,, bilangnya sih keamanan data terjamin, tidak sampai bocor,, ujung2nya hatinya serakah karena dipenuhi belatung, selanjutnya mulai ngiklan dam spam sana sini untuk kepentingan udel mereka ndewe

6. Yakinkah SIM card Anda akan diblokir jika Anda bersikeras untuk tidak melakukan registrasi SIM card?
Simpel aja mikirnya, masih banyak orang yg belum registrasi SIM card. Seandainya total semua org yg belum registrasi SIM card nominalnya mencapai 50% lebih harus diblokir, apakah operator-operator seluler sudah siap rugi?

7. Yakin, data KK Anda akan tetap aman?
Jangan pernah beranggapan bahwa data-data yg tersimpan di komputer sepenuhnya aman. Ketika Anda beranggapan bahwa data-data yg tersimpan di komputer sepenuhnya aman, berarti Anda sudah gila. Pekok-pekoknya Anda ndeso dan primitif.
Sudah banyak kejadiannya kita dapati orang-orang sombong yang mengklaim sistem mereka sepenuhnya aman,, pernyataan-pernyataan semacam ini justru malah semakin membuat para hacker meradang dan memancing mereka untuk beraksi. Ketika satu sistem diserbu oleh ribuan paus, maka apa yg terjadi? You know lah…

Intinya sudah banyak pihak yang menyayangkan kedunguan dan kejongkokan kominfo ini, main jebret-jebret aja, gak ada sosialisasi dan sebagainya,, operator-operator seluler dan masyarakat sangat menyayangkan kebijakan bodong semacam ini.

Saya sangat yakin seyakin-yakinnya atas kebijakan bodong ini, pilihannya dua:
1. Emang karena dasarnya mereka pekok dan idiot.
2. Kalau gak pekok, mereka punya maksud lain untuk menjual data-data yang masuk.

Ya, itulah mungkin artikel mengenai registrasi SIM card menggunakan No KK dinilai rawan dan berdampak negatif terhadap penggunanya.

Semoga dengan adanya artikel ini kita bisa mikir lebih dalam lagi!

Kursus bahasa arab berkualitas

[shareaholic app="recommendations" id="20730868]

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *