Memperkenalkan Template Ke Mesin CMS WordPress

Diposting pada

Tahapan ke tiga dalam membuat template WordPress adalah memperkenalkan template ke mesin CMS WordPress, tujuannya adalah agar mesin CMS WordPress dapat mengenali nama, screenshot, dan file-file template tersebut, juga agar kita bisa mengetahui dan membedakan antara template yang satu dengan template yang lainnya.

Tahapan yang ketiga ini merupakan tahapan yang sangat penting, karena dari sini kita mulai bermain-main dengan code HTML, CSS, PHP, jQuery dan seterusnya. Bagi Anda yang merasa belum familliar dengan bahasa pemrograman tersebut, Saya sangat menyarankan Anda untuk mempelajari basicnya terlebih dahulu, Saya juga mengasumsikan bahwa Anda sebelumnya sudah familiar dengan localhost, phpmyadmin, dan pemasangan WordPress offline.

Ok, jika persyaratan yang Saya sebutkan di atas sudah Anda kantongi, Anda bisa lanjut ke tahapan ke tiga dalam membuat template WordPress.

Step 1: Buatlah sebuah folder lalu Anda beri nama folder tersebut “Percobaan” (tanpa tanda kutip) misal. Setelah folder tersebut tercipta, pindahkan folder tersebut ke direktori  wp-content/themes/letakkan folder tadi di sini.
folder

Step 2: Ada 18 file yang diperlukan dalam membuat template WordPress. Buatlah ke18 file tersebut lalu letakkan di dalam file percobaan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang 18 file tersebut, Anda bisa membacanya di https://www.kafeinkode.com/mengenal-hierarki-template-wordpress/ . Ada baiknya Anda tidak mengubah setiap nama file default yang telah ditentukan oleh WordPress, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebagai contoh: WordPress telah memberi nama salah satu filenya dengan nama index.php, maka jangan sekali-kali Anda rubah nama file tersebut dengan indeks.php atau paijo.php dan semacamnya

Baca juga:  Mendesain Template

Step 3: Buka folder percobaan tadi, lalu buatlah file style.css, buka file style.css yang telah Anda buat tadi, kemudian masukkan kode ini:

[css]
/*
Theme Name:Percobaan
Theme URI:https://www.kafeinkode.com
Author:Saad Abdurrazaq
Author URI:https://www.kafeinkode.com/about-me
Description:This is trial theme. not fix.
*/
[/css]

Theme Name: Perkenalkan ke CMS WordPress bahwa nama theme ini adalah “Percobaan”.
Theme URI: Isilah URL template Anda. Jika tidak ada, Anda bisa mengisinya dengan URL asal.
Author: Siapa pembuat template ini?
Author URI: Tuliskan URL pembuat template.
Description: Tuliskan deskripsi singkat theme ini.

Baca juga:  Styling Read More Atau Baca Selengkapnya di Wordpress | Cara Membuat Read More Atau Baca Selengkapnya di Wordpress

Simpan file style.css tadi.

Step 4: Buatlah screenshot themenya, lalu letakkan di dalam folder percobaan tadi, beri nama screenshot diikuti ekstensi gambar. Sebagai contoh, screenshot yang Anda buat berekstensi .png, berarti namanya adalah screenshot.png. Jika Anda belum mempunyai screenshotnya, tinggalkan langkah kedua ini, atau Anda juga dapat mengambil gambar lain untuk dijadikan screenshot.
Jika step 1-4 sudah dilakukan, pasti hasilnya seperti ini:
files

Step 5: Untuk mengetahui hasilnya silahkan ke pergi ke halaman wp-admin anda. Appearance -> Themes.
theme
Sekarang, Anda bisa lihat disitu, file-file yang Anda buat tadi, kini sudah dikenal oleh mesin CMS WordPress dan sudah dianggap sebagai template WordPress, sekalipun belum ada kode yang tertulis. CMS WordPress juga sudah mengenal nama template dan screenshot dari sebuah template. Jika Anda coba klik activate, maka yang terjadi adalah null alias kosong, karena belum ada kode-kode yang tertulis di dalamnya.

Baca juga:  Menampilkan Jumlah Komentar di Wordpress

Tahapan lengkap cara membuat template WordPress bisa Anda lihat di https://www.kafeinkode.com/membuat-template-wordpress/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *